Skip to main content

Posts

AKHIR HIDUP PARA PENDENGKI

Hasad (Dengki, iri hati, hasut) adalah penyakit lama yang telah mencelakakan banyak orang dan menyakiti mereka. Pendengki akan selalu murka dan menindas orang yang tidak berdosa. Karena itu ada pepatah Arab mengatakan, “Allah telah membunuh Hasad, betapa adilnya Dia. Ia (dengki) memulai dengan tuannya sendiri (pendengki) lalu membunuhnya.” ‘Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Cukuplah bagimu bahwa pendengki itu menggunakan kesempatan waktu sukamu.” Allah Ta’ala berfirman dalam sebagian hadits Qudsi, “Pendengki adalah musuh nikmat-Ku, orang yang selalu jengkel terhadap perbuatan-Ku dan tidak rela terhadap pemberian (anugerah)-Ku.” Orang-orang Arab sering berkata, “Seorang tuan tidak pernah luput dari seorang pengasih yang selalu memuji dan seorang pendengki yang selalu mencerca.” Seorang Ahli fiqih bernama, Abu al-Laits as-Samarqandy RAH., berkata, “Ada lima sanksi yang akan sampai terlebih dahulu kepada si pendengki sebelum hasad (dengki)nya sampai kepada sasaran/targetnya...

Banyak Jalan Menuju Ukhuwwah

Al-Ustadz Abu Syauqi, Lc     Jika ada Rahmat Allah yang sangat indah, itulah ukhuwah. Karena sesungguhnya ukhuwah hanya diberikan kepada umat Islam dan tidak diberikan kepada umat lain. Begitu kuatnya jalinan ukhuwah hingga ia menembus hubungan yang lain yang tidak sesuai dengan prinsip ukhuwah, sekalipun itu hubungan darah. Kedudukannya adalah sesuatu yang mutlak, tidak bisa tidak. Ia merupakan ikatan yang tercipta karena keimanan yang melahirkan kasih sayang, kecintaan, kemuliaan, rasa saling percaya, tolong menolong dan kerelaan berkorban untuk yang lain. Tidak hanya itu, Allah banyak memberikan kemuliaan tersendiri. Jika ada sebuah kedudukan di sisi Allah yang oleh para nabi dan syuhada inginkan, itu tidak lain adalah kedudukan orang-orang yang berkasih sayang karena Allah.           Ukhuwah bukan hal yang serta merta ada. Kalau ujung ukhuwah itu adalah sebuah kemanisan, ada tahap-tahap yang harus dilalui ...

Tiga Orang yang Suka Pamer

Sungguh tragis, orang yang beramal namun tak ikhlas. Segala upaya, daya dan harta yang dikeluarkan menjadi sia-sia. Semuanya justru menjadi petaka ketika akhirat tiba. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan: Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang pertama kali diberi keputusan pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid. Lalu ia didatangkan dihadapan Allah. Kemudian Allah memperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatanNya yang diberikan kepadanya. Lalu orang tersebut mengakuinya. Allah pun berfirman, ‘Apa yang kamu kerjakan padanya?’ Ia berkata, ‘Aku berperang karena diri-Mu, hingga aku mati syahid.’ Allah berfirman, ‘Engkau telah berdusta. Sesungguhnya engkau berperang agar dikatakan sebagai pemberani dan hal itu telah dikatakan.’ Kemudian diperintahkan agar orang tersebut dibawa lalu diseret mukanya hingga ia dilemparkan ke neraka. Lalu seseorang yang belajar suatu ilmu kemudian mengajarkannya,...

Ketika Hati Bersimpuh Di Hadapan Ilahi.

Ma`iz bin Malik datang menemui Rasulullah saw. seraya berkata :”Ya Rasulullah, bersihkanlah saya dari dosa yang telah saya lakukan.” Rasulullah saw. menjawab: “Celaka engkau ! Pulanglah , Mintalah ampun kepada Allah swt. dan bertaubatlah kepada-Nya !”. Ma`iz lalu berpaling, tapi tidak berapa jauh dari tempat itu, ia kembali lagi menghadap Rasulullah saw. dan berkata lagi :”Ya, Rasulullah. Suci kanlah diri saya dari dosa yang telah saya lakukan.” Nabi saw pun berkata seperti sebelumnya, sampai terulang kejadian semacam itu tiga kali. Dan ketika untuk keempat kalinya Ma`iz menghadapnya dan mengulangi perkataannya itu, maka Rasul akhirnya bertanya kepadanya :”Dalam perkara apa ?”, ia menjawab :”Dari perbuatan zina”. Kemudian Rasulullah saw bertanya kepada yang hadir ketika itu: “Apakah ia gila ?”, dan salah seorang sahabat mengabari bahwa Ma`iz sama sekali tidak gila. “Apa ia mabuk khamr ?” tanya Rasulullah saw selanjutnya. Lalu salah seorang di antara para sahabat itu bangkit dan men...

ISTIQOMAH

M.Yasir Yusuf (Ketua Ikatan Da'i Indonesia Provinsi Aceh) Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya dan Muhammad rasulnya, harus senantiasa memahami arti ikrar ini dan mampu merealisasikan nilai-nilainya dalam realitas kehidupannya. Setiap dimensi kehidupannya harus terwarnai dengan nilai-nilai tersebut baik dalam kondisi aman maupun terancam. Namun dalam realitas kehidupan dan fenomena umat, kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang Islam mampu meimplementasikan dalam seluruh sisi-sisi kehidupannya. Dan orang yang mampu mengimplementasikannya belum tentu bisa bertahan sesuai yang diharapkan Islam, yaitu komitmen dan istiqomah dalam memegang ajarannya dalam sepanjang perjalanan hidupnya. Maka istiqomah dalam memegang tali Islam merupakan kewajiban asasi dan sebuah keniscayaan bagi hamba-hamba Allah yang menginginkan husnul khatimah dan harapan-harapan surgaNya. Rasulullah saw bersabda: عَنْ ...

Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab?

Oleh : syaikh Abdul Hamid Al Bilaly Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau jalan kejahatan. Allah memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati kebenaran, saling memberi nasihat di antara kita dan menjadikannya di antara sifat-sifat orang yang terhindar dari kerugian. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al 'Ashr,Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa kewajiban kita terhadap sesama adalah saling menasihati. Beliau bersabda: "Orang mukmin adalah cermin bagi orang mukmin lainnya " (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam "Al Autsah" dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shah Jami'ush Shaghir, hadits no. 6531) Dengan kata lain, seorang mukmin bisa menyaksikan dan mengetahui kekurangannya dari mukmin yang lain.Sehingga ia laksana cermin bagi dirinya. Tetapi cermin ini tidak memantulkan gambar secara fisik melainkanmemantulkan gambar secara akhlak dan perilaku. Islam juga sebagaiman...